Mengenal BK SMP Negeri 161 Jakarta

            SMP Negeri 161 Jakarta adalah salah satu SMP unggulan di Jakarta dimana sekolahnya sudah berstandar internasional (SSN). Selain berprestasi di berbagai bidang, lingkungan SMPN 161 terasa sangat teratur, nyaman dan bersahaja. Siswanya sopan – sopan dan gurunya pun juga sangat ramah dengan kami. Kami orang baru disana, diantara kami tidak ada yang sebagai alumni siswa SMPN 161 Jakarta. Namun kami disambut dengan tangan terbuka oleh pihak SMPN 161, mulai dari guru BK, wakil sekolah dan kepala sekolah. Melihat apresiasi dari pihak sekolah kami merassa bahwa kami sangat dihargai disana dan hal itu membuat kami jadi semangat.
            23 Desember 2016, surat kami antar  ke pihak sekolah sembari meminta izin untuk observasi dan wawancara disekolah mengenai BK SMP Negeri 161 Jakarta. Tanpa banyak basi – basi pihak sekolah bisa menerima kami dengan syarat kami harus ikuti kegiatan disekolah mulai dari upacara sampai berakhirnya kegiatan sekolah berlangsung. Selain itu kami diharuskan untuk memakai sepatu warna hitam serta jas almamater UIN untuk observasi. Karena sekolah saat itu sedang libur, bapak kepala sekolah memutuskan agar kami bisa observasi di tanggl 9 Januari 2017 yakni saat masuk sekolah pertama disemester ke- 2.
            9 Januari 2017, adalah hari dimana kami observasi  dan wawancara disekolah. Pagi – pagi kami harus bangun agar bisa mengikuti upacara dengan tepat waktu yaitu pada pukul 06.30. Kami mengikuti upacara dan diperkenalkan oleh pihak sekolah disaat upacara. Sudah lama sekali saya tidak mengikuti upacara hari Senin dan  yang terakhir adalah saat SMA. Bisa merasakan upacara hari Senin adalah seperti nostalgia jaman dulu dan ternyata saya sudah beranjak dewasa saat ini. Selesai upacara kami bertemu  kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan koordinator guru BK. Beliau menyerahkan hal yang selanjutnya mau dilakukan terserah kami entah mau observasi dan wawancara dipersilakan.
            Hal yang pertama kami lakukan adalah wawancara yang sekaligus melakukan observasi. Meskipun hari pertama sekloah namun KBM tetap berlangsung seperti hari – hari biasa. Saat itu saya kebagian tugas untuk mewawancarai bu Mardiyah, beliau menjabat sebagai koordinator guru BK. Saya menanyakan seputar struktur dan program BK sekolah, namun banyak hal dan ilmu yang saya dapat dari pengalaman beliau selama menjadi guru BK selain dari pertanyaan yang kami ajukan. Beliau sangat ramah dan bersahabat, totalitas beliau menjadi guru BK juga tidak diragukan lagi karena beliau sudah berkecimpung di dunia pendidikan sebagai guru BK selama 36 tahun. Jika ada anak bermasalah dan ingin berkonsultasi beliau tidak segan – segan untuk bertemu diluar jam sekolah atau mengunjungi sang murid. Hal itu sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi beliau karena beliau juga sangat suka anak – anak. Selain itu bu Mardiayah juga pandai membuat sosiogram yang mana sosiogram tersebut dibuatnya secara manual oleh tangan beliau sendiri. Disitulah saya merasa bahwa beliau tidak hanya kompeten di bidangnya namuan juga totaitas.
            Usai melakukan wawancara sebagian dari kami ditugaskan untuk menjaga piket dan sebagian lainya bisa mewawancarai kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Saat itu saya dapat tugas untuk jaga piket. Menjadi pengganti guru piket memang sudah pernah saya alami selama KKL jadi hal itu bukan masalah bagi saya.  Namun saya dapat pengalaman yang berbeda dari hal sebelumnya yaitu di pesantren karena saya menjadi pengganti guru piket di SMP Negeri Jakarta yang siswanya bisa pulang dan pergi. Selama saya jadi pengganti guru piket saya mendapatkan beberapa aduan tentang wali murid dan siswa yang sedang sakit. Beberapa wali murid yang datang ada menanyakan tentang rapot, admistrasi sekolah dan menjemput anak yang sedang sakit. Jadi saya juga harus mondar – mandir menemui guru BK dan guru wali kelas untuk bertemu dengan orang tua siswa. Soal perizinan siswa yang pulang prosedurnya cukup mudah namun harus dengan alasan yang jelas dan hal itu selalu dicek guru BK untuk melihat keadaan yang sebenarnya. Siswa yang izin pulang harus menuliskan biodatanya di buku perizinan dan nantinya akan mendapat surat dari piket baru diperbolehkan untuk pulang.

Sekolah yang memiliki  fasilitas lengkap, lingkungan bersih, punya prestasi, disiplin dan seta keramahan dari guru dan muridnya adalah ciri dari sekolah favorit dan unggulan. Ditambah lagi ada guru BK yang selalu mencoba memberikan hal yang terbaik bagi anak didiknya. Saya rasa memang sudah sepantasnya bila  SMP Negeri 161 menjadi salah satu daftar  sekolah unggulan di Jakarta. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Saja yang Perlu di Persiapkan untuk Naik Kereta Selama Pandemi Covid 2021

Belajar Wawancara Klinis